Thursday, December 6, 2018

manfaat gardu induk dalam proses penyaluran listrik


BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar belakang 
          Pada kehidupan kita sehari- hari, kita kerap menggunakan energi listrik mengetahui bagaimana proses energi listrik itu sehingga kita bisa menggunakannya untuk membantu kerja maupun aktifitas kita sehari-hari. pada dasarnya energi listrik yang kita gunakan pada kehidupan sehari-hari adalah berasal dari satu pembangkit.

           proses penyaluran energi listrik tersebut itu melalui beberapa tahap yakni :

           a. pembangkit ( PLTA, PLTU, PLTN, PLTD, PLTG)
           b. Saluran Transmisi
           c. Gardu Induk
           d. JTM (Jaringan Teganagn menengah) 
           e. Gardu tiang
           f. JTR (Jaringan Tengah Rendah)
           g. SR (Saluran rumah)

yang akan kita bahas disini tentang gardu induk.......

BAB II
PEMBAHASAN

  1. Pengertian Gardu Induk
Gardu induk merupakan suatu instalasi yang terdiri dari sekumpulan peralatan listrik yang disusun menurut pola tertentu dengan pertimbangan teknis, ekonomis serta keindahan.
 Fungsi dari gardu induk adalah sebagai berikut :
a. menstransformasikan tenaga listrik tegangan tinggi yang satu ketegangan yang lainnya atau tegakan menengah.
b. pengukuran pengawasan opera serta pengaturan pengamanan sari sistem tenaga listrik.
c. Pengaturan daya ke gardu-gardu lainnya melalui tegangan tinggi dan gardu distribusi melalui feeder tegangan menengah.
Pada dasarnya gardu induk terdiri dari saluran masuk dan dilengkapi dengan transformator daya , peralatan ukur, peralatan penghubung dan lainnya yang saling menunjang.
 2. klasifikasi gardu induk 

Gardu induk dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam, yaitu :

Menurut Pemasangan Peralatan
Berdasarkan pemasangan peralatan, gardu induk dapat dibedakan menjadi 4 macam yaitu :
1.      Gardu Induk Pasang Luar
Gardu Induk jenis pasangan luar terdiri dari peralatan tegangan tinggi pasangan luar. Pasangan luar yang dimaksud adalah diluar gedung atau bangunan. Walaupun ada beberapa peralatan yang lain berada di dalam gedung, seperti peralatan panel control, meja penghubung ( switch board ) dan baterai. Gardu induk jenis ini memerkulan tanah yang begitu luas namun biaya konstruksinya lebih murah dan pendinginannya murah.
2.      Gardu Induk Pasangan Dalam
Disebut Gardu Induk pasangan dalam karena sebagian besar peralatannya berada dalam suatu bangunan. Peralatan ini seperti halnya pada gardu induk pasangan di luar. Dari transformator utama, rangkaian switch gear dan panel control serta baterai semuanya. Jenis pasangan dalam ini dipakai untuk menjaga keselarasan dengan daerah sekitarnya dan untuk menghindari bahay kebakaran dan gangguan suara.
3.      Gardu Induk Setengah Pasangan Luar
Sebagian dari peralatan tegangan tingginya terpasang didalam gedung dan yang lainnya dipasang diluar dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi lingkungan. Karena konstruksi yang berimbang antara pasangan dalam dengan pasangan luar inilah tipe gardu induk ini disebut juga gardu induk semi pasangan dalam.
4.      Gardu Induk Pasangan Bawah Tanah
Hampir semua peralatannya terpasang dalam bangunan bawah tanah. Hanya alat pendinginan biasanya berada di atas tanah, dan peralatan-peralatan yang tidak memungkinkan untuk ditempatkan dibangunan bawah tanah. Biasanya dibagian kota yang sangat ramai, dijalan-jalan pertokoan dan dijalan-jalan dengan gedung bertingkat tinggi. Kebanyakan gardu induk ini dibangun dibawah jalan raya.

     Menurut tegangan 

berdasrakan tegangan, gardu induk dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu :

      1.  Gardu Induk Transmisi

Yaitu gardu induk yang mendapat daya dari saluran transmisi untuk kemudian menyalurkannya ke daerah beban (industri, kota, dan sebagainya). Gardu induk transmisi yang ada di PLN adalah tegangan tinggi 150 KV dan tegangan tinggi 70KV. 
      2. Gardu Induk Distribusi

Yaitu gardu induk yang menerima tenaga dari gardu induk transmisidengan menurunkan tegangannya melalui transformator tenaga menjaditeganganmenengah (20 KV, 12 KV atau 6 KV) untuk kemudiantegangantersebut diturunkan kembali menjadi tegangan rendah (127/220 V) atau(220/380 V) sesuai dengan kebutuhan.

menurut fungsinya

berdasrkan fungsinya, gardu induk dapat dibedakan menjadi 5 macam yaitu :

1.      Gardu Induk Penaik Tegangan

Merupakan gardu induk yang berfungsi untuk menaikkan tegangan, yaitu tegangan pembangkit (generator) dinaikkan menjadi tegangan sistem. Gardu Induk ini berada di lokasi pembangkit tenaga listrik. Karena output voltage yangdihasilkan pembangkit listrik kecil dan harus disalurkan pada jarak yang jauh, maka dengan pertimbangan efisiensi, tegangannya dinaikkan menjadi tegangan ekstra tinggi atau tegangan tinggi.

2.      Gardu Induk Penurun Tegangan
Merupakan gardu induk yang berfungsiuntuk menurunkan tegangan, dari tegangan tinggi menjadi tegangan tinggi yang lebih rendah dan menengah atau tegangan distribusi. Gardu Induk terletak di daerah pusatpusat beban, karena di gardu induk inilah pelanggan (beban) dilayani.

 3.      Gardu Induk Pengatur Tegangan
Pada umumnya gardu induk jenis ini terletak jauh dari pembangkit tenaga listrik. Karena listrik disalurkan sangat jauh, maka terjadi tegangan jatuh (voltage drop) transmisi yang cukup besar. Oleh karena diperlukan alat penaik tegangan, seperti bank capasitor, sehingga tegangan kembali dalam keadaan normal.

4.      Gerdu Induk Pengatur Beban
Berfungsi untuk mengatur beban. Pada gardu induk ini terpasang beban motor, yang pada saat tertentu menjadi pembangkit tenaga listrik, motor berubah menjadi generator dan suatu saat generator menjadi motor atau menjadi beban, dengan generator berubah menjadi motor yang memompakan air kembali ke kolam utama.

5.      Gardu Distribusi
Gardu induk yang menyalurkan tenaga listrik dari tegangan sistem ketegangan distribusi.Gardu induk ini terletak di dekat pusat-pusat beban.
 

DAFTAR PUSTAKA 
manfaat-dan-jenis-jenis-gardu-induk-pln. diakses di http:www.aryadutaputratama.co.id
       


No comments:

Post a Comment

anda dapat bergabung dengan blogku tanpa pengecualian