Monday, December 23, 2013

Pengeritan Mikoriza


Asosiasi Mikoriza dengan Akar Tanaman

Pengertian Mikoriza

Istilah Mikoriza berasal dari kata Miko (Mykes = cendawan) dan Riza yang berarti Akar tanaman jadi secara harifiah mikoriza memiliki arti akar jamur atau akar yang diliputi oleh jamur. Asosiasi simbiotik antara jamur dengan akar tanaman yang membentuk jalinan interaksi yang kompleks dikenal dengan mikoriza yang biasa disebut juga “akar jamur”. Struktur yang terbentuk dari asosiasi ini tersusun secara beraturan dan memperlihatkan spektrum yang sangat luas baik dalam hal tanaman inang, jenis cendawan maupun penyebarannya. Mikoriza merupakan suatu struktur yang khas yang mencerminkan adanya interaksi fungsional yang saling menguntungkan antara suatu tumbuhan tertentu dengan satu atau lebih galur mikobion dalam ruang dan waktu.

Asosiasi Mikoriza dengan Akar Tanaman

Asosiasi terjadi bila cendawan masuk ke dalam akar atau melakukan infeksi. Proses infeksi dimulai dengan perkecambahan spora dalam tanah. Hifa yang tumbuh berpenetrasi ke dalam akar lalu berkembang dalam korteks. Pada akar yang terinfeksi akan terbentuk hifa interseluler yang tidak bercabang, terletak di ruangan antar sel. Selain itu juga akan terbentuk hifa intraseluler yang bercabang secara dichotomy (arbuskular), atau yang membengkok menjadi bulat atau bulat memanjang (vesikel) dan hifa yang mengering (hifa gelung). Perkembangan arbuskula mengikuti perkembangan hifa yang masuk ke dalam sel. Arbuskula berkembang dengan sel korteks dari sub batang pada internal hifa. Vesikel terinisiasi segera setelah adanya arbuskul pertama, akan tetapi diteruskan berkembang ketika adanya arbuskul kedua. Fase terakhir, merupakan arbuskul yang memenuhi sel (terbentuknya batang hifa yang terbaik). Hifa pada jaringan korteks akar berkembang menyilang seperti dinding pada asosiasi tua. Penetrasi hifa dan perkembangannya biasanya terjadi pada bagian yang masih mengalami proses diferensiasi dan proses pertumbuhan. Perkembangan hifa ini tidak merusak sel.

Tentang Impian

Menangkap Impian Secepat yang Engkau Mau

semua orang mempunyai impiannya masing-masing. ada yang mempunyai impian menjadi orang yang sukses, ada yang ingin menjadi pegawai negeri, ada yang mempunyai impian mempunyai rumah, itu semua adalah impian. Dan ada pertanyaan bagaimana cara untuk dapat impian kita terkabul? nanti kta akan bahas disegmen berikut.
Jika manusia tidak mempunyai impian untuk apalah dia hidup didunia, tuhan menciptakan manusia mempunyai tujuan yang sangat mulia yaitu sebagai  khalifah di muka bumi/ pemimpin bagi umatmu. sehingga manusia juga harus mempunyai impian juga selain tujuan dia hidup didunia. 
menurut saya impian merupakan sesuatu mimpi yang belum terkabulkan didunia nyata tetapi didunia imajinasi kita bisa membuat visualisasi tentang suatu impian kita dan dengan kayakinan yang kuat alhamdulilah dan insya allah impian dan mimpi kita dapat terkabul. 

Ada juga yang bertanya apa bedanya mimpi dan impian menurut teman kita yang mempunyai blog (http://dkmalhikmah20.wordpress.com/2010/04/05/mimpi-dan-impian/)  Mimpi dan impian itu emank mirip tapi ada perbedaan mendasar yang menjadikannya sangat berbeda. Mimpi merupakan bunga tidur yang menemani waktu tidur kita, namun mimpi biasanya berhenti sebatas itu, amat jarang mimpi yang dapat menjadi kenyataan. Sedangkan impian mungkin lebih dekat dengan pengertian visi dan misi kita, nah karena itu impian tidak berhenti pada angan2 kita, kemungkinan impian menjadi kenyataan merupakan pilihan kita untuk berupaya mewujudkannya.

PENGERTIAN MIKORIZA

Hal-Hal tentang Mikoriza 

A. Pengertian Mikoriza

Lingkungan tanah merupakan lingkungan yang terdiri dari gabungan antara lingkungan abiotik dan lingkungan biotik. gabungan dari kedua lingkungan ini menghasilkan suatu wilayah yang dapat dijadikan sebagai tempat tinggal bagi beberapa jenis makhluk hidup, salah satunya adalah mesofauna tanah. Tanah dapat didefinisikan sebagai medium alami untuk pertumbuhan tanaman yang tersusun atas mineral, bahan organik, dan organisme hidup. Kegiatan biologis seperti pertumbuhan akar dan metabolisme mikroba dalam tanah berperan dalam membentuk tekstur dan kesuburannya. Akar tanaman biasanya mengalami simbiosis dengan organisme lain. Mikoriza adalah jamur yang hidup secara bersimbiosis dengan sistem perakaran tanaman tingkat tinggi. Walau ada juga yang bersimbiosis dengan rizoid (akar semu) jamur.
Istilah Mikoriza berasal dari kata Miko (Mykes = cendawan) dan Riza yang berarti Akar tanaman jadi secara harifiah mikoriza memiliki arti akar jamur atau akar yang diliputi oleh jamur. Asosiasi simbiotik antara jamur dengan akar tanaman yang membentuk jalinan interaksi yang kompleks dikenal dengan mikoriza yang biasa disebut juga “akar jamur”. Struktur yang terbentuk dari asosiasi ini tersusun secara beraturan dan memperlihatkan spektrum yang sangat luas baik dalam hal tanaman inang, jenis cendawan maupun penyebarannya. Mikoriza merupakan suatu struktur yang khas yang mencerminkan adanya interaksi fungsional yang saling menguntungkan antara suatu tumbuhan tertentu dengan satu atau lebih galur mikobion dalam ruang dan waktu.

B. Ekologi Mikoriza dan Simbiosisnya dengan Tanaman


Secara umum mikoriza hidup di daerah tropika. Kondisi lingkungan tanah yang cocok untuk perkecambahan biji juga cocok untuk perkecambahan spora mikoriza. Demikian pula kindisi edafik yang dapat mendorong pertumbuhan akar juga sesuai untuk perkembangan hifa. Jamur mikoriza mempenetrasi epidermis akar melalui tekanan mekanis dan aktivitas enzim, yang selanjutnya tumbuh menuju korteks.
Pertumbuhan hifa secara eksternal terjadi jika hifa internal tumbuh dari korteks melalui epidermis. Pertumbuhan hifa secara eksternal tersebut terus berlangsung sampai tidak memungkinnya untuk terjadi pertumbuhan lagi. Bagi jamur mikoriza, hifa eksternal berfungsi mendukung fungsi reproduksi serta untuk transportasi karbon serta hara lainnya kedalam spora, selain fungsinya untuk menyerap unsur hara dari dalam tanah untuk digunakan oleh tanaman.
Asosiasi simbiotik antara akar tanaman dengan jamur mikoriza menyebabkan terbentuknya luas serapan yang lebih besar dan lebih mampu memasuki ruang pori yang lebih kecil sehingga meningkatkan kemampuan tanaman untuk menyerap unsur hara, terutama unsur hara seperti P, Cu dan Zn. Selain itu juga menyebabkan tanaman lebih toleran terhadap keracunan logam, serangan penyakit khususnya patogen akar, kekeringan, suhu tanah yang tinggi dan kondisi pH yang tidak sesuai.
Faktor lingkungan sangat berpengaruh terhadap perkembangan spora cendawan mikoriza. Kondisi lingkungan dan edafik yang cocok untuk perkecambahan biji dan pertumbuhan akar tumbuhan biasanya juga cocok untuk perkecambahan spora cendawan. Cendawan pada umumnya memiliki ketahanan yang cukup baik pada rentang faktor lingkungan fisik yang lebar. Mikoriza tidak hanya dapat berkembang pada tanah berdrainase baik, tapi juga pada lahan tergenang seperti pada sawah. Bahkan pada lingkungan yang sangat miskin atau lingkungan yang tercemar limbah berbahaya, cendawan mikoriza masih memperlihatkan eksistensinya.
Ekosistem alami mikoriza di daerah tropika dicirikan oleh keragaman spesies yang sangat tinggi, khususnya dari jenis ektomikoriza. Hutan alami yang terdiri dari banyak spesies tumbuhan dan umur seragam sangat berpengaruh terhadap jumlah dan keragaman mikoriza. Akumulasi perubahan lingkungan mulai dari penebangan hutan, pembakaran, kerusakan struktur dan pemadatan tanah akan mengurangi propagula cendawan mikoriza. Efektivitas mikoriza dipengaruhi oleh faktor lingkungan tanah yang meliputi faktor abiotik seperti konsentrasi hara, pH, kadar air, temperatur, pengolahan tanah dan penggunaan pupuk atau pestisida serta faktor biotik seperti interaksi mikrobial, spesies cendawan, tumbuhan inang, tipe perakaran tumbuhan inang dan kompetisi antara cendawan mikoriza.

C. Asosiasi Mikoriza dengan Akar Tanaman

Asosiasi terjadi bila cendawan masuk ke dalam akar atau melakukan infeksi. Proses infeksi dimulai dengan perkecambahan spora dalam tanah. Hifa yang tumbuh berpenetrasi ke dalam akar lalu berkembang dalam korteks. Pada akar yang terinfeksi akan terbentuk hifa interseluler yang tidak bercabang, terletak di ruangan antar sel. Selain itu juga akan terbentuk hifa intraseluler yang bercabang secara dichotomy (arbuskular), atau yang membengkok menjadi bulat atau bulat memanjang (vesikel) dan hifa yang mengering (hifa gelung). Perkembangan arbuskula mengikuti perkembangan hifa yang masuk ke dalam sel. Arbuskula berkembang dengan sel korteks dari sub batang pada internal hifa. Vesikel terinisiasi segera setelah adanya arbuskul pertama, akan tetapi diteruskan berkembang ketika adanya arbuskul kedua. Fase terakhir, merupakan arbuskul yang memenuhi sel (terbentuknya batang hifa yang terbaik). Hifa pada jaringan korteks akar berkembang menyilang seperti dinding pada asosiasi tua. Penetrasi hifa dan perkembangannya biasanya terjadi pada bagian yang masih mengalami proses diferensiasi dan proses pertumbuhan. Perkembangan hifa ini tidak merusak sel.


PENGARUH HUTAN, IKLIM, TANAH DAN KEHIDUPAN SATWA LIAR

PENGARUH HUTAN TERHADAP IKLIM, TANAHDAN KEHIDUPAN SATWA LIAR

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, yang dimaksud dengan  hutan adalah suatu kesatuan  ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya,  yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan. 

Pengaruh hutan terhadap Iklim

     Pemanasan global dan perubahan iklim terjadi akibat aktivitas manusia, terutama yang berhubungan dengan penggunaan bahan bakar fosil (minyak bumi dan batu bara) serta kegiatan lain yang berhubungan dengan hutan, pertanian, perkebunan dan peternakan. Aktivitas manusia di kegiatan-kegiatan tersebut secara langsung maupun tidak langsung menyebabkan perubahan komposisi alami atmosfer, yaitu peningkatan jumlah gas rumah kaca secara global. Salah satunya adalah gas rumah kaca karbon (emisi/pancaran karbon).
Akan tetapi jika kita pelajari lebih mendalam, sesungguhnya, Gas karbon dioksida adalah salah satu yang menunjang kehidupan di atas bumi. Tanpa gas karbon dioksida di dalam matmosfir, bumi kita tidak bisa mendukung kehidupan sebab temperatur bumi akan terlalu dingin dan semua air akan membeku. Gas karbon dioksida adalah suatu gas yang dapat meredam kuat sinar inframerah, gas karbon dioksida akan menyerap panas yang dipancarkan.  
Salah satu manfaat yang sangat kita butuhkan adalah kemampuan hutan dalam menyerap emisi karbon. Kemampuan hutan untuk menyerap karbon ini sangat dibutuhkan untuk mengurangi meningkatnya suhu bumi.
Manfaat hutan dalam pengendalian pemanasan global terkait dengan peran hutan yang sangat penting sebagai penyerap (sink) dan penyimpan (reservoir) karbon. Hutan yang tersusun dari pepohonan memiliki potensi yang tinggi sebagai penyimpan karbon. Penyimpanan karbon pada ekosistem hutan terdapat pada pohon, serasah/humus yang terdapat pada lantai hutan serta tumbuhan bawah. Pada sebatang pohon, karbon tersebut disimpan pada bagian batang, cabang pohon, daun, bunga serta buah. Dengan kemampuan hutan untuk menyerap karbon dan menyimpannya, akan berdampak pada menurunnya suhu dipermukaan bumi, sehingga secara langsung dapat mengendalikan pemanasan global dan akhirnya akan mencegah terjadinya perubahan iklim.
Langkah nyata yang dapat kita laksanakan untuk mencegah pemanasan global diantaranya adalah melestarikan hutan. Beberapa kemungkinan penyebab emisi karbon dapat dikurangi dengan cara penanaman kembali beberapa jenis pohon yang dapat menyerap dan menanggulangi dampak dari hal tersebut. Dengan demikian perubahan iklim serta kerugian-kerugian bagi kehidupan pun akan dapat terkendalikan dengan baik.

Pengaruh  Hutan terhadap Tanah

Selain sebagai Pengendali Iklim di bumi, keberadaan hutan juga sangat berperan sebagai pelindung kesuburan tanah khususnya pada tingkat kesuburannya. Peran hutan dalam memelihara tingkat kesuburan tanah dapat dijelaskan melalui perputaran unsur hara yang terjadi di dalam sebuah ekosistem hutan, yang lebih dikenal dengan istilah siklus unsur hara (nutrient cycling).
Dalam siklus ini, unsur hara yang terdapat dalam pohon dan tumbuhan hutan serta binatang-binatang yang terdapat di hutan setelah makhluk hidup tersebut mati dan mengalami proses penguraian oleh jasad renik, unsur hara tersebut akan kembali ke dalam tanah hutan. Sebagian dari unsur hara yang terdapat dalam tanah hutan akan tetap tersimpan di dalam hutan, sedangkan sebagian lainnya akan dilarutkan dalam air dan terbawa ke tanah di luar hutan yang letaknya lebih rendah dari hutan tersebut. Dengan demikian, maka keberadaan hutan dapat secara alami memelihara tingkat kesuburan tanah, baik tanah di dalam hutan maupun tanah yang berada di sekitarnya yang letaknya lebih rendah dari hutan tersebut.           Komponen penyusun hutan tersebut saling berinteraksi satu dengan lainnya membentuk suatu ekosistem hutan. Salah satu penyusun hutan tersebut adalah Serasah. Serasah adalah benda-benda mati yang yang berasal dari tumbuhan- tumbuhan seperti ranting, daun, dan kulit kayu.
Hutan akan menghasilkan lapisan serasah yang merupakan bahan untuk pembentukan humus. Lapisan humus inilah yang sangat bermanfaat dalam memperkaya kandungan hara tanah serta memperbaiki struktur tanah. Tanah yang kaya kandungan hara serta baik struktur tanahnya dapat memperbesar : (1) kapasitas tanah dalam menahan air (2) dapat memperbaiki kelembaban tanah dan infiltrasi air ke dalam tanah (3) humus juga dapat melenyapkan energi kinetis air hujan (4) menghambat penguapan air dari permukaan tanah serta (5) dapat menghambat aliran permukaan sehingga dapat mencegah erosi.

Pengaruh hutan terhadap Satwa liar (Fauna)

Hutan merupakan sumber keanekaragaman hayati serta merupakan rumah bagi berbagai sumber genetik (plasma nutfah) berupa jenis flora (tumbuhan) dan fauna (hewan). Hutan juga dianggap sebagai salah satu tempat yang dapat menjamin atau melindungi keanekaragaman hayati dan sumber genetik (plasma nutfah) dari ancaman kepunahan. Hal ini dimungkinkan, karena hutan umumnya jauh dari pemukiman, arealnya luas dengan topografi yang berat, sehingga agen perusak relative lebih sedikit.

HUBUNGAN AIR TANAH DENGAN VEGETASI

HUBUNGAN AIR TANAH DENGAN VEGETASI

PENGERTIAN AIR TANAH

Menurut Herlambang (1996) air tanah adalah air yang bergerak di dalam tanah yang terdapat didalam ruang antar butir-butir tanah yang meresap ke dalam tanah dan bergabung membentuk lapisan tanah yang disebut akifer.

MACAM-MACAM AKIFER

  • Akifer Bebas (Unconfined Aquifer)
  • Akifer Tertekan (Confined Aquifer)
  • Akifer Semi tertekan (Semi Confined Aquifer)
  • Akifer Semi Bebas (Semi Unconfined Aquifer)
ASAL AIR TANAH

Air tanah merupakan air yang berada di bawah permukaan tanah dan terletak pada zona jenuh air. Air tanah berasal dari permukaan tanah, misalkan hujan, sungai, danau.

SIKLUS AIR TANAH

KLASIFIKASI VEGETASI

Vegetasi merupakan kumpulan tumbuh-tumbuhan, biasanya terdiri dari beberapa jenis yang hidup bersama-sama pada suatu tempat. Dalam mekanisme kehidupan bersama tersebut terdapat interaksi yang erat, baik diantara sesama individu penyusun vegetasi itu sendiri maupun dengan organisme lainnya sehingga merupakan suatu sistem yang hidup dan tumbuh serta dinamis (Marsono, 1977).

Ossting (1982), mengklasifikasikan vegetasi terdiri dari 7 macam :

  • Vegetasi Pantai
  • Vegetasi Mangrove/Rawa
  • Vegetasi Payau
  • Vegetasi Gambut
  • Vegetasi Dataran Rendah
  • Vegetasi Dataran Tinggi
  • Vegetasi Pegunungan

HUBUNGAN AIR TANAH DAN VEGETASI

Tumbuh-tumbuhan (vegetasi) dapat memberikan stabilitas permukaan tanah yang positif dari jalinan akar dan terhambatnya aliran air di permukaan. Sistim akar tumbuhan yang menyebar secara lateral, keluar dari tumbuhan mengikat butiran tanah menjadi menyatu, meningkatkan kuat geser, atau dapat tumbuh secara vertikal masuk ke dalam tanah hingga menembus lapisan tanah yang lebih stabil.

KESIMPULAN

  • Air tanah merupakan air yang berada di bawah permukaan tanah dan terletak pada zona jenuh air
  • Tumbuh-tumbuhan (vegetasi) dapat memberikan stabilitas pada permukaan tanah



Wednesday, December 18, 2013

Pengertian debit air (DAS)

Pengaruh Hutan dan Pengelolaan DAS 

A.    Beberapa pengertian tentang debit air

Air merupakan pokok bagi kehidupan dan secara keseluruhan mendominasi komposisi kimia dari semua organisme. Terdapatnya dimana-mana dalam biota sebagai tumbuhan metabolisme biokimia dan mempunyai sifat kimia serta fisika yang unik.
Perairan umum merupakan bagian permukaan bumi yang secara permanen berkala digenangi air, baik air tawar, payau, atau laut yang dihitung dari garis pasang surut terendah ke arah daratan dan badan air tersebut terbentuk secara alami maupun buatan (Dinas Perikanan Tingkat 1 Propinsi Riau, 1997). Dari hasil pengamatan yang dilakukan bahwa debit air dapat diukur dengan berbagai metode diantaranya yaitu: Emboys Float Method, Rectangular Weir, 90 Notch Weir, cara kecepatan luas ( Sihotang, 2006). Debit air adalah jumlah air yang mengalir dari suatu penampang tertentu ( sungai/ saluran/ mata air) persatuan waktu (ltr/dtk, m3/dtk, dm3/dtk).
          Pemilihan lokasi pengukuran debit air dapat dilakukan di bagian sungai yang relatif lurus, jauh dari pertemuan cabang sungai, tidak ada tumbuhan air, aliran tidak turbulen, dan aliran tidak melimpah melewati tebing sungai (Sihotang, Asmika dan Efawani, 2006).

B.     Pengaruh hutan terhadap debit air

Hutan sangat berpengaruh terhadap debit air di sungai, di mana apabila hutan di sekitar sungai rusak sudah pasti tempat untuk menahan arus sungai yang diakibatkan pertambahan volume air yang terjadi karena hujan yang deras maka akan terjadi erosi terhadap tanah yang menyebabkan lebarnya badan sungai tetapi dangkal ke dalam sungai tersebut. Sehingga kita harus menjaga hutan agar volume air yang naik karena hujan dapat di cegah atau di tahan oleh daya serap hutan yang masih baik. Hutan yang baik itu meliputi Lapisan humus inilah yang sangat bermanfaat dalam memperkaya kandungan hara tanah serta memperbaiki struktur tanah. Tanah yang kaya kandungan hara serta baik struktur tanahnya dapat memperbesar : (1) kapasitas tanah dalam menahan air (2) dapat memperbaiki kelembaban tanah dan infiltrasi air ke dalam tanah (3) humus juga dapat melenyapkan energi kinetis air hujan (4) menghambat penguapan air dari permukaan tanah serta (5) dapat menghambat aliran permukaan sehingga dapat mencegah erosi.

C.     Teknik mengukur debit air

Dalam mengukur debit air ini terdapat 2 cara yang digunakan untuk menghitung debit air:

  •        Pertama, dengan menggunakan metode float emboys. Tancapkan 6 buah batang kayu menjadi 2 banjar atau 3 shaf, kemudian tentukan lebar rata – rata (W). Hitung kedalaman air pada masing – masing shaf diantara batang kayu, kemudian tentukan kedalaman rata – rata (D). Perhatikan dasar perairan, kemudian tentukan konstanta perairan (A). Hitung jarak yang ditempuh bola ping-pong (L) dan hanyutkan bola ping-pong sambil menghitung berapa waktu yang di tempuh oleh bola ping-pong pada jarak yang telah ditetapkan (T). Hitung dengan rumus R=WDAL/T.

  •       Kedua, dengan menggunakan papan celah (weir). Pada praktikum ini, papan celah yang digunakan adalah tapesium weir (papan bercelah trapesium). Letakkan papan celah hingga dasar celah terendam air. Hitung lah lebar dasar celah (L). Hitung tinggi dasar celah singga permukaan air (h) kemudian h dikali 4, maka kemudian diperoleh H. Setelah itu ukur jarak antara dasar celah hingga kedepan papan celah sepanjang H dan hitung kedalaman dari jarak yang didapat, maka kedalaman itulah yang digunakan (H).

Cara menghitungnya adalah sebagai berikut :

Ket :    R   :  Debit air (m3/dtk)

W  :  Rata-rata lebar (m)
D   :  Rata-rata kedalaman (m)
A   :  Konstanta perairan
L    :  Jarak yang ditempuh pelampung (m)
T    :  Waktu (detik)


      Dik     :                   
      W1= 0,99
      W2= 1,05
      W3= 0,98
      D1= 0,6
      D2= 0,54
D3= 0,81
L= 300 cm
T= 34 detik
A= 0,8 ( Berpasir )

      
        Dit       :R...?
     W= W1 + W2 + W3
        0,99 +1,05 +0,98/3=3,02
     D= D1 + D2 + D3
     D=0,6+0,54+0,81=1,95
      R=  3,02m*1,95m*3m*0,8/34
      R=0, 41 m/s



PENGERTIAN DAN TUJUAN HUTAN TANAMAN RAKYAT (HTR)

Pengertian HTR (Hutan Tanaman Rakyat)

HTR (Hutan Tanaman Rakyat) adalah Hutan Tanaman pada hutan produksi yang dibangun oleh perorangan atau Koperasi untuk meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi dengan menerapkan system silvikultur dalam rangka menjamin kelestarian sumber daya hutan.
Tujuan HTR

Tujuan pembangunan Hutan Tanaman Rakyat adalah sebagi berikut :
* Rehabilitasi kawasan hutan produksi yang terlantar dan atau kosong akibat kerusakan pada beberapa tahun yang lalu.
* Meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi tidak produktif secara optimal.
* Pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan produksi dalam pengelolaan hutan secara lestari.
* Meningkatkan produksi kayu dalam hutan produksi untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri hasil hutan, dimana kebutuhan industri akan kayu pada saat ini tidak seimbang dengan kemampuan produksi kayu (kebutuhan 63,48 juta m3/tahun, produksi 22,8 juta m3).
* Memeberikan lapangankerja dan usaha bagi masyarakat di sekitar hutan produksi dalam rangka meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.
* Keamanan, yang terbangun dari kesadaran masyarakat di sekitarnya akan rasa memiliki, mengelola serta memanfaatkan hasil hutan untuk memenuhi dan meningkatkan kebutuhan hidupnya.
* Membangun kebersamaan, keadilan dan keterbukaan dalam pengelolaan dan pemanfaatan hutan secara optimal untuk menuju kelestarian dalam mendukung aspek ekonomi, sosial dan ekologi.

Dasar Hukum

1.  Amanat UU No. 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, bahwa tujuan penyelenggaraan kehutanan  yang berazaskan kerakyatan dan keadilan,adalah untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat  yang berkeadilan dan berkelanjutan, antara lain dengan :
a.  Meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan kapasitas dan keberdayaan masyarakat secara partisipatif, berkeadilan, dan berwawasan lingkungan, sehingga mampu menciptakan ketahanan sosial dan ekonomi serta ketahanan terhadap akibat perubahan eksternal.
 b. Menjamin distribusi manfaat yang berkeadilan dan berkelanjutan.
2.  Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, serta Pemanfaatan Hutan, memuat kebijakan pembangunan Hutan Tanaman Rakyat dengan tujuan memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat dalam pemanfaatan hutan produksi untuk meningkatkan upaya rehabilitasi hutan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengentasan kemiskinan, meningkatkan kontribusi kehutanan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, serta memenuhi permintaan bahan baku industri perkayuan (aspek ekonomi, ekologi dan sosial).
3.  Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.23/menhut-II/2007 tentang Tata Cara Permohonan IUPHHK-Hutan Tanaman Rakyat.

Sunday, November 17, 2013

MANUSIA PENCIPTA BUDAYA

PERAN MANUSIA SEBAGAI PENCIPTA BUDAYA   "Ilmu Sosial Budaya Dasar"  

Bab I. PENDAHULUAN

Latar belakang

      Indonesia merupakan Negara kepulauan yang terdi dari 39 propinsi dan yang kaya akan kebudayannya di Negara kesatua repoblik Indonesia. Indonesia merupakan daerah wisata terkenal di dunia dengan keragaman budayanya dari setiap suku bangasa yang mendiami di Negara kepulauanIndonesia, yang terletak dari sabang sampai dengan meroke yang memeliki kekahasan budaya sitiap suku bangsanya masing-masing dari setip suku atau kelompo Negara Indonesia sangat banyak di kunjungi wisatawan asing dari berbagai negar-negara di seluruh dunuia hal ini menyebapkan masyarakat Indonesia banga akan budyanya baik dari sabang sampai dengan marauke.

        Kebudayaan merupakan salah satu ciri kas prilaku atau kebiasaan hidup suatu suku pada suatu wilayah atau tempat tingal mereka hal ini yang menjadi suatu daya tarik terbesar bagi turis-turis untuk datang berwisata sekali gus mereka banyak melakukan penelitian terhadap budaya-budaya di Negara kesatuan repoblik Indonesia. Kebudayaan merupakan salah satu prilaku kebiasaan hidup yang sudah di wariskan sejak turun-temurun oleh lelur kita yang suda tiada lagi di dunia, banyak hal yang di pakai dalam kehidupan bernegara dengan kebudayaan bangsa kita ini dan Negara sangat menjami adanya budaya yang d miliki oleh setip suku bangsa yang berada Dalam Negara kesatuan repoblik Indonesia .

       Papua merupakan salah satu pulau atau  propinsi  yang terletak paling ujung  timur dari Negara kesatuan repoblik indonesi  yang  memiliki ± 350 suku dan budayanya masing-masing  yang mendiami di dalam kepulauan papua ini dan paling kaya akan budayanya  orang paua dalam hidup sangat terganrung pada budaya  atau adat mereka  hal ini menjadi kertarikan sendiri dari pada para pakar-pakar antropolog dan ilmu sastrawan yang dating dan ingin meneliti budaya dan pola piker setiap suku-suka yang berada dan mendiami di dalam  kepulauaan papua.

Bab II. PEMBAHASAN

2.1.  Manusia Sebagai Pencipta Dan Pengguna Kebudayaan

Budaya tercipta atau terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di alam raya ini. Manusia di ciptakan oleh tuhan dengan dibekali oleh akal pikiran sehingga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi khalifah di muka bumi ini.  Disamping itu manusia juga memiliki akal, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku. Dengan semua kemampuan yang dimiliki oleh manusia maka manusia bisa menciptakan kebudayaan. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan  manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendudukungnya.
Kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia. Hasil karya manusia  menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya. Sehingga kebudayaan memiliki peran sebagai
1.      Suatu hubungan pedoman antarmanusia atau kelompoknya
2.      Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan-kemampuan lain.
3.      Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia
4.      Pembeda manusia dan binatang
5.      Petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berprilaku didalam pergaulan.
6.   Pengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat dan menentukan     sikapnya jika berhubungan dengan orang lain.
7.      Sebagai modal dasar pembangunan.

2.2 Pengaruh Budaya Terhadap Lingkungan

Budaya yang dikembangkan oleh manusia akan berimplikasi pada lingkungan tempat kebudayaan itu berkembang. Suatu kebudayaan memancarkan suatu ciri khas dari masyarakatnya yang tampak dari luar. Dengan menganalisis pengaruh akibat budaya terhadap lingkungan seseorang dapat mengetahui, mengapa suatulingkungan tertentu akan berbeda dengan lingkungan lainnya dan mengasilkan kebudayaan yang berbeda pula.
Beberapa variabel yang berhubungan dengan masalah kebudayaan dan lingkungan:
  1. Phisical Environment yaitu lingkungan fisik menunjuk kepada lingkungan natural seperti flora, fauna, iklim dan sebagainya.
  2. Cultural Social Environment, meliputi aspek-aspek kebudayaan beserta proses sosialisanya seperti : norma-norma, adat istiadat dan nilai-nilai.
  3. Environmental Orientation and Representation, mengacu pada persepsi dan kepercayaan kognitif yang berbeda-beda pada setiap masyarakat mengenai lingkungannya.
  4. Environmental Behaviordan and Process, meliputi bagaimana masyarakat menggunakan lingkungan dalam hubungan sosial.
  5. Out Carries Produc, Meliputi hasil tindakan manusia seperti membangun rumah, komunitas dan sebagainya.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kebudayaan yang berlaku dan dikembangkan dalam lingkungan tertentu berimplikasi terhadap pola tata laku, norma, nilai dan aspek kehidupan lainnya yang menjadi ciri khas suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya.

2.3. Proses Dan Perkembangan Kebudayaan

Kebudayaan adalah hasil cipta, karsa dan rasa manusia oleh karenanya kebudayaan mengalami perubahan dan perkembangan sejalan dengan perkembangan manusia itu. Perkembangan tersebut dimaksudkan untuk kepentingan manusia itu sendiri, karena kebudayaan diciptakan oleh dan untuk manusia.
Kebudayaan yang dimiliki suatu kelompok sosial tidak akan terhindar dari pengaruh kebudayaan kelompok-kelompok lain dengan adanya kontak-kontak antar kelompok atau melaui proses difusi. Suatu kelompok sosial akan mengadopsi suatu kebudayaan tertentu bilamana kebudayaan tersebut berguna untuk mengatasi atau memenuhi tuntunan yang dihadapinya.
Pengadopsian suatu kebudayaan tidak terlepas dari pengaruh faktor-faktor lingkungan fisik. Misalnya iklim topografi sumber daya alam dan sejenisnya. Dari waktu ke waktu, kebudayaan berkembang seiring dengan majunya teknologi (dalamhal ini adalah sistem telekomunikasi) yang sangat berperan dalam kehiduapan setiap manusia.
Perkembangan zaman mendorong terjadinya perubahan-perubahan disegala bidang, termasuk dalam kebudayaan. Mau tidak mau kebudayaan yang dianut suatu kelompok sosial akan bergeser. Suatu kelompok dalam kelompok sosialbisa saja menginginkan adanya perubahan dalam kebudayaan yang mereka anut, dengan alasan sudah tidak sesuai lagi dengan zaman yang mereka hadapi saat ini. Namun, perubahan kebudayaan ini kadang kala disalah artikan menjadi suatu penyimpangan kebudayaan.
Hal yang terpenting dalam proses pengembangan kebudayaan adalah dengan adanya kontrol atau kendali terhadap prilaku reguler (yang tampak) yang ditampilkan oleh para penganut kebudayaan. Karena tidak jarang perilaku yang ditampilkan sengat bertolak belakang dengan budaya yang dianut didalam kelompok sosial yang ada di masyarakat. Sekali lagi yang diperlukan adalah kontrol / kendali sosial yang ada di masyarakat sehingga dapat memilah-milah mana kebudayaan yang sesuai dan mana yang tidak sesuai.

2.4. Problematika Kebudayaan

Seiring dengan perkembangannya, kebudayaan juga mengalami beberapa problematika atau masalah masalah yang cukup jelas yaitu :
  1. Hambatan budaya yang ada kaitannya dengan pandangan hidup dan sistem kepercayaan.
  2. Hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan sudut pandang atau persepsi.
  3. hambatan budaya yang berkaitan dengan faktor psikologi atau kejiwaan.
  4. Masyarakat terpencil atau terasing dan kurang komunikasi dengan masyarakat lainnya.
  5. Sikap Tradisionalisme yang berprasangaka buruk terhadap hal-hal yang baru
  6. Mengagung-agungkan kebudayaan suku bangsanya sendiri dan melecehkan budaya suku bangsa lainnya atau lebih dikenal dengan paham Etnosentrisme.
  7. Perkembangan Iptek sebagai hasil dari kebudayaan.

2.5. Perubahan Kebudayaan

Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa kebudayaan mengalami perkembangan (dinamis) sesuai dengan perkembangan manusia itu sendiri, oleh sebab itu tidak ada kebudayaan yang bersifat statis. Dengan demikian, kebudayaan akan mengalami perubahan. Adalima penyebab terjadi perubahan kebudayaan yaitu:
  1. Perubahan lingkungan alam
  2. Perubahan yang disebabkan adanya kontak dengan kelompok lain
  3. Perubahan karena adanya penemuan (discovery)
  4. Perubahan yang terjadi karena suatu masyarakat atau bangsa mengadopsi beberapa elemen kebudayaan material yang telah dikembangkan oleh bangsa lain ditempat lain.
  5. Perubahan yang terjadi karena suatu bangsa memodifikasi cara hidupnya dengan mengadopsisuatu pengetahuan atau kepercayaan baru atau karena perubahan dalam pandangan hidup dan konsepsinya tentang realitas.
Namun, perubahan kebudayaan sebagai hasil cipta, karsa dan rasa manusia adalah tentu saja perubahan yang memberi nilai manfaat bagi manusia dan kemanusian, bukan sebaliknya yaitu yang akan memusnakan manusia sebagai pencipta kebudayaan tersebut.

Bab III. KEBAIKAN

Pengertian 

Merupakan salah satu prinsip dalam Bioetika(Shannon, 1997). Prinsip berbuat baik merupakan segi positif dari prinsip tidak merugikan. Kewajiban berbuat baik menuntut bahwa kita harus membantu oranglain dalam memajukan kepentingan mereka.

Pengertian Kebaikan Secara Etika

Secara umum kebaikan adalah sesuatu yang diinginkan, yang diusahakandan menjadi tujuan manusia. Tingkah laku manusia adalah baik dan benar,  jika tingkah laku tersebut menuju kesempuranan manusia. Kebaikan disebut nilai(value), apabila kebaikan itu bagi seseorang menjadi kebaikan yang konkrit.Manusia menentukan tingkah lakunya untuk tujuan dan memilih jalanyang ditempuh. Pertama kali yang timbul dalam jiwa adalah tujuan itu, dalampelaksanaanya yang pertama diperlukan adalah Jalan-jalan itu. Jalan yangditempuh mendapatkan nilai dari tujuan akhir.Manusia harus mempunyai tujuan akhir untuk arah hidupnya. Tujuan harus ada, supaya manusia dapat menentukan tindakan pertama. Jika tidak ,manusia akan hidup secara serampangan. Tetapi bisa juga orang mengatakan hidup secara serampangan menjadi tujuan hidupnya. Akan tetapi dengan begitu manusia tidak akan sampai kepada kesempurnaan kebaikan selaras dengan derajatmanusia.Untuk setiap manusia, hanya terdapat satu tujuan akhir. Seluruh manusiamempunyai sifat serupa dalam usaha hidupnya, yaitu menuntut kesempurnaan.Tujuan akhir selamanya merupakan kebaikan tertinggi, baik manusia itumencarinya dengan kesenangan atau tidak. Tingkah laku atau perbuatan menjadibaik dalam arti akhlak, apabila membimbing manusia ke arah tujuan akhir, yaitudengan melakukan perbuatan yang membuatnya baik sebagai manusia.Berdasarkan norma susila, kebaikan atau keburukan perbuatan manusiadapat dipandang melalui beberapa cara, yaitu::

  • Objektif 
  • keadaan perseorangan tidak dipandang.
  • Subjektif 
  • keadaan perseorangan diperhitungkan.
  • Batiniah
  • berasal dari dalam perbuatan sendiri (kebatinan, intrinsik)
  • Lahiriah  
berasal dari perintah atau larangan Hukum Positif (ekstrinsik)Perbuatan yang sendirinya jahat tidak dapat menjadi baik atau netralkarena alasan atau keadaan. Biarpun mungkin taraf keburukannya dapat berubahsedikit sedikit, orang tidak boleh berbuat jahat untuk mencapai kebaikan.Perbuatan yang baik, tumbuh dalam kebaikannya, karena kebaikan alasandan keadaannya. Suatu alasan atau keadaan yang jahat sekali, telah cukup untuk menjahatkan perbuatan. Kalau kejahatan itu sedikit, maka kebaikan perbuatanhanya akan dikurangi.Perbuatan netral memproleh kesusilaannya, karena alasan dan keadaannya.Jika ada beberapa keadaan, baik dan jahat, sedang perbuatan itu sendiri ada baik atau netral dipergunakan.

Pengertian Keutamaan

Pengertian “Keutamaan” Kata “keutamaan” berasal dari kata Yunani arete, Latin virtus dan virtue dalam bahasa Inggris. Kata sifat dalam bahasa Inggris adalah virtuous yang diterjemahkan menjadi “saleh”. Dalam hal ini, kata keutamaan lebih kental dalam arti moral. Pada awalnya kata arete dalam budaya Yunani kuno berarti kekuatan atau kemampuan, misalnya untuk berperang atauuntuk menanami sawah atau membuat kereta. Arete adalah kemampuan untuk melakukan perannya dengan baik Arete adalah kemampuan manusia untuk melakukan perannya sebagai manusia, untuk mencapai telos-nya, tujuan internalnya. Keutamaan itu selalu adalah kekuatan, kemampuan, suatu kelebihan. Kata “utama” menunjuk pada kemampuan manusia untuk membawa diri sebagai manusia utuh, jadi tidak dipersempit secara moralistik pada “kesalehan” saja.“Manusia utama” adalah manusia yang luhur, kuat, kuasa untuk melakukan dan menjalankan apa yang baik dan tepat, untuk melakukan tanggung jawabnya

Bab IV. KEBENARAN

Pengertian

Kebenaran menjadi arah pedoman untuk kehidupan. Mau tidak mau seseorang harus mempunyai pedoman dalam tindakan atau perilaku didalam kehidupannya. Hal ini didapat melalui pendidikan dan pengalaman dalam perkembangan kehidupan dari anak sampai dewasa. Merubah pedoman kehidupan akan dilalui dari waktu-kewaktu dalam pergolakan pemikiran.

Pedoman Kebenaran kadang membawa kehidupan yang menyenangkan dan kadang menyusahkan diri dan orang disekitar kita.

Pemikiran dan kemampuannya

          Akal sebuah kekuatan yang dapat berfikir melampaui yang tersedia dengan tanpa batas dan terhalang, oleh waktu, phisik, status, kondisi, wewenang sosial masyarakat atau kekuasaan. Kekejaman dan kebaikkan dua sisi yang saling berhadapan didalam akal dengan kemampuan saling mengisi untuk melakukan apa yang disukai atau yang tidak disukai.

Pemikiran mengalami beberapa kegiatan yang teratur dan acak yang teratur, dan ini tersimpan didalam otak besar sedangkan otak kecil merupakan penyaringan dari otak besar. otak mendapat masukan dari saraf yang berada diseluruh tubuh menuju pusat saraf di punggung dan terhubung langsung keotak. Otak dan Pusat Saraf dilindungi oleh benda terkeras dalam tubuh Manusia. Otak dan saraf benda terlemah dalam tubuh manusia. Daya kemampuan otak dan saraf terhebat ditubuh manusia sehingga mampu untuk membuat nyaman dan susah bagi tubuh dan sekitarnya. Sesunguhnya Otak dan Saraf adalah yang mengisi ke hidupan dan pemain nyata kehidupan didunia ini.

Kebenaran di bagi menjadi 3 yaitu

Kebenaran subyektif, melibatkan emosi dan keyakinan pengamatannya:Kebenaran objektif mengamati apa adanya tanpa melibatkan emosi pengamatnya.Kebenaran realitas adalah realitas yang berada dibalik pengamatan

Bab V.  KEADILAN

Pengertian

Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa "Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran" [1]. Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi tercapai: "Kita tidak hidup di dunia yang adil" [2]. Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya

Pengertian Keadilan

Keadilan pada hakikatnya adalah memperlakukan seseorang atau pihak lain sesuai dengan haknya. Yang menjadi hak setiap orang adalah diakuai dan diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya, yang sama derajatnya, yang sama hak dan kewajibannya, tanpa membedakan suku, keurunan, dan agamanya. Hakikat keadilan dalam Pancasila, UUD 1945, dan GBHN, kata adil terdapat pada:
1. Pancasila yaitu sila kedua dan kelima
2. Pembukaan UUD 1945 yaitu alinea II dan IV
3. GBHN 1999-2004 tentang visi
Keadilan berasal dari kata adil. Menurut W.J.S. Poerwodarminto kata adil berarti tidak berat sebelah, sepatutnya tidak sewenang-wenang dan tidak memihak.
Pembagian keadilan menurut Aristoteles:
Keadilan Komutatif adalah perlakuan terhadap seseorang yang tidak melihat jasa-jasa yang dilakukannya.
Keadilan Distributif adalah perlakuan terhadap seseorang sesuai dengan jasa-jasa yang telah dibuatnya.
Keadialn Kodrat Alam adalah memberi sesuatusesuai dengan yang diberikan orang lain kepada kita.
Keadilan Konvensional adalah seseorang yang telah menaati segala peraturang perundang-undangan yang telah diwajibkan.
Keadilan Menurut Teori Perbaikan adalah seseorang yang telah berusaha memulihkan nama baik orang lain yang telah tercemar

Bab VI.  PENUTUP

Kesimpulan

Dari hasil pembahasan di atas kita  dapat  menyimpulkan :

  • Bahwa tanpa manusia budaya tak mungkin ada karena budaya di ciptan oleh manusia sebagai aturan dalam kehidupan manusia itu sendiri baik kehidupan  individu maupun kelompok tersebut.
  • Budaya dapat di artikan sebagai ajaran tentang  norama, etika, aturan, kepercayaan, dan sangksi terhadap suatu suku yang  mengaut  budayanya  masing-masing  karena budaya merupakan ajaran yang di generasikan terus-menerus kepada seiap manusia yang hidup dan mempunyai budaya hidup mereka itu sndiri.
  •  Budaya merupakan salah satu prinsip dalam Bioetika(Shannon, 1997). Prinsip berbuat baik merupakan segi positif dari prinsip tidak merugikan. Kewajiban berbuat baik menuntut bahwa kita harus membantu oranglain dalam memajukan kepentingan mereka.
  • Dengan hidup berbudaya kita dapat melahirkan banyak hal dari diri kita yang  dapat di lihat secara langsung dalm hidup diataranya tatakrama dalam hidup,  prinsip hidup baik, hidup dngan melakukan hal-hal yang benar dalam hidup.